Mikosis superfisialis merupakan kelompok penyakit yang sering dijumpai disebabkan oleh infeksi jamur. Penyebab terbanyak penyakit ini adalah jamur golongan dermatofita, spesies kandida dan malassezia furfur. Namun pada tinjauan pustaka ini hanya akan dibahas dermatofitosis, hal ini dilatar belakangi oleh tingginya insiden mikosis superfisialis di Indonesia (Budimulja, 87).

Mikosis dibagi menjadi dua, yaitu mikosis superfisialis dan mikosis profunda. Mikosis superfisialis juga dibagi menjadi dua, yaitu dermatofitosis dan nondermatofitosis. Dermatofitosis terdiri dari tinia kapitis, tinea barbe, tinea kruris, tinea pedis et manus, tinea unguium dan tinea korporis. Sedangkan non dermatofitosis terdiri dari pitiriasis vesikolor, piedra hitam, piedra putih, tinea nigra Palmaris, otomikosis dan keratomikosis.

Untuk menegakkan diagnosis penyakit mikosis ini tidaklah sulit, gambaran klinis biasanya sangat karakteristik dan dapat membantu menegakkan diagnosis. Namun terkadang kita juga membutuhkan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan langsung menggunakan preparat KOH (untuk kulit 10%, rambut 20% dan kuku 40%), pemeriksaan menggunakan lampu wood dan bahkan terkadang juga diperlukan biakan.

Pengobatan yang diberikan dapat berupa pengobatan topical dan atau pengobatan secara sistemik, tergantung dari berat ringannya penyakit.

Treatment of Dermatophytes

Treatment of Dermatophytes

Be Continued…