Satu bualan terakhir ini, banyak sekali pasien yang dirawat di RS dengan DBD. Baik itu orang dewasa maupun anak. Dinas kesehatanpun sudah menurunkan kru-krunya kelapangan. Demikian pula, dengan saya. Saya akan menurunkan kru-kru ala saya dengan membuat tulisan ini, semoga masyarakat disekitar saya khususnya bisa mengetahui tanda awal dari DBD itu sendiri, sehingga  tidak ada keterlambatan dalam mengenal gejala awal DBD. (lebih…)

Menemukan harapan baru dipenghujung tahun 2015. Dengan harapan 2016 SK akan sering berbagi tulisan dengan sahabat-sehabat.

Mohon doanya

*(SP Sang Pemikir akunya, Makasih)

Sekali Lagi, Bersyukurlah!

Coba kita sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup kita. Kita renungkan tentang apa yang telah kita capai, tentang apa yang telah kita miliki, orang-orang yang memperhatikan kita, pengalaman yang telah kita dapatkan, keahlian dan minat yang sudah kita miliki, apa yang kita percayai, dan hal-hal yang terindah dalam hidup kita.

Hal-hal yang kita hargai, pelihara, dan jaga akan terus meningkat dalam hidup kita. Kelimpahan dimulai dengan rasa syukur. Dengan rasa syukur yang tulus, kita akan menghargai apa yang telah kita miliki, yang selanjutnya akan mendorong kita secara mental, spiritual, dan fisik untuk mencapai apa saja yang menjadi tujuan kita.

Bagaimana mungkin kita mendapatkan hal-hal yang lebih besar, bila kita tidak bersyukur atas apa yang telah kita miliki saat ini? Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang kita telah miliki tersebut. Kita sama tahu, bahwa kita dapat mencapai tujuan, karena kita pernah merintis hal seperti itu. Pengalaman adalah milik kita yang patut disyukuri. Siapa bilang tidak ada hal yang bisa disyukuri?

Segalanya dalam jangkauan kita saat kita bersyukur akan apa yang telah kita dapatkan.

Lafal sumpah dokter:
”Demi Allah saya bersumpah,bahwa saya akan merahasikan segala sesuatu yang saya ketahui karena perkerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter”.  

Kodeki pasal 13:
”Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang penderita, bahkan setelah penderita itu meninggal dunia”.

Pada Lembaran Negara No. 21 th.1966:
Pasal 1 “Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala sesuatu yang diketahui oleh orang-orang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaannya dalam lapangan kedokteran”  

Pasal 2 “Pengetahuan tersebut dalam pasal 1 harus dirahasiakan oleh orang-orang yang tersebut dalam pasal 3, kecuali apabila suatu peraturan lain yang sederajat atau lebih tinggi daripada Peraturan-Peraturan ini menentukan lain”  

Pasal 3 “Yang diwajibkan menyimpan rahasia yang dimaksud dalam pasal 1 ialah:
● Dokter/Dokter ahli
● Mahasiswa Kedokteran
● Perawat/Bidan
● Petugas Administrasi Kedokteran Forensik/kamar  jenazah”  

Walaupun demikain, rahasia kedokteran dapat dibuka pada keadaan:
1. Terpaksaan
Dasar : KUHP pasal 48:
“Barangsiapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa, tidak dipidana”.
2. Ada undang-undang yang mengatur
Dasar : KUHP pasal 50:
“Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan undang-undang, tidak dipidana”.
3. Atas permintaan atasan dokter yang memeriksa
Dasar : KUHP pasal 51:
1. Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang, tidak dipidana.
2. Perintah jabatan tanpa wewenang, tidak menyebabkan hapusnya pidana, kecuali jika yang diperintah, dengan itikad baik mengira bahwa perintah yang diberikan dengan wewenang dan pelaksanaannya termasuk dalam lingkungan pekerjaannya.

Consus
Kejang Demam Komplek + Diare Akut tanpa Dehidrasi ec. Susp. Inf. Ecoli + TB on therapi 2 bln

An. Pr/17 bln/8,5 kg
Kejang demam Frekuensi 3x, lama kejang kurang dari 5 mnt, tipe kejang tonik-clonik, antar kejang sadar, interval antar kejang I-II 2 jam, II-III 1 jam di RS  

Bab encer sejak 1 hr yll Air > ampas, frekuensi 4x/24 jam, darah (-), lendir (+). Anak masih kuat minum

Riwayat kejang demam sebelumnya (+) 1x, 2 bln yll
Riwayat kejang tanpa demam (-)
Riwayat kejang dalam keluarga (-)  

Pemeriksaan Fisik
Ku tampak sakit ringan sens compos mentis  N 110 x/mnt RR 24x/mnt T 40,1 C  

THT-KL
UUB cekung (-) Pupil isokor, R/C +/+
Konjungtiva palp pucat (-) Sklera ikterik (-)  

Thorax
Simetris
Cor HR 110 x/mnt Murmur (-), Gallops (-)
Pulmo Bronkovesikuler Rhonki (-), Wheezing (-)  

Abdomen
Supel, BU (+) N, turgor kulit cepat kembali  

Extremitas
Akral hangat, capilari refill baik  

Diagnosis Kerja
Kejang Demam Komplek
Diare Akut tanpa dehidrasi ec. Susp. Inf. E. Coli
TB Paru on therapi 2 bln  

Tatalaksana
O2 1-2 liter/mnt
Diazepam supp 10 mg, observasi. Kejang (-)
Injeksi Phenobarbital 75 mg IM, dilanjutkan PO 4 jam kemudian.
Dengan dosis:
● 2×30 mg utk H1dan H2
● 2×15 mg utk H3 dan seterusnya.

Lapor drSpA, Adv:
IVFD KA EN I B 105 cc/kgbb/hr, 12 tts/mnt (makro)
Metronidazole 15 mg/kgbb/kali 3x1PO
Ibu Profen 10 mg/kgbb/kali 4×1 PO
Zinked syr 1×20 mg utk 10 hari
Zinbiotic 1×1 sac
OAT lanjut (INH/Rifam 80/120) + B6
Rawat di Bangsal anak.  

Consus
Kejang Demam Komplek + Susp. Meningitis
An. Lk/21 bln/10 kg

Kejang sejak 1,5 jam yll Frekuensi 1x, lama kejang 1,5 jam, tipe kejang tonik-clonik.
Disertai
● Demam sejak 2 jam yll, dikasi dumin syr 5 cc,
● Batuk, filek (-)
● Bab encer (-)

Riwayat kejang demam sebelumnya (+) 2x, dirawat di RS
Riwayat kejang tanpa demam (-)
Riwayat kejang dalam keluarga (+), ibu penderita.  

Pemeriksaan Fisik
Ku tampak sakit berat, sens letargi N 115 x/mnt RR 24x/mnt T 39.8 C  

THT-KL
UUB sudah menutup Pupil isokor, melebar R/C +/+ Konjungtiva palp pucat (-)  

Thorax
Simetris
Cor HR 115 x/mnt Murmur (-), Gallops (-)
Pulmo Bronkovesikuler Rhonki (+) dikedua lap paru. Wheezing (-)  

Abdomen
Supel, BU (+) N  

Extremitas
Akral hangat, vesikuler repil baik  

Diagnosis Kerja
Kejang Demam Komplek Susp. Mengingitis  

Tatalaksana
● O2 1-2 liter/mnt
● Diazepam supp 10 mg, observasi. 15 mnt kejang (+)
● Berikan lagi Diazepam 10 mg supp, observasi 15 mnt, kejang (+)
● Berikan lagi Diazepam 10 mg supp, observasi 15 mnt, kejang (+)
● Injeksi Phenobarbital 75 mg IM, Masih kejang.

Lapor drSpA, Adv:
● IVFD NaCl 0,9% 20 mL drip dg Phenitoin 150 mg, gtt XIV x/mnt (mikro)
● Inj. Ampisilin 300 mg/kgbb/hr dibagi 6 dosis, 500 mg
● Inj. Gentamisin 7,5 mg/kgbb/hr dibagi 2 dosis, 37,5 mg
● Inj. Dexametason, dosis awal 0,5 mg/kgbb, 5 mg.
Dilanjutkan 0,25 mg/kgbb/kali dosis 3×1. 2,5 mg
Klau masih kejang
● Inj. Phenitoin 4 mg/kgbb/kali pelan-pelan dalam 15 mnt
Caranya: 4 x 10 kg = 40 mg = 0,8 mL
0,8 mL phenitoin + 0,8 mL NaCl 0,9 %

● Rujuk ke RSUP untuk pemeriksaan dan tatalaksana lebih lanjut  

Pendahuluan
Kembung, terminology yang digunakan untuk menyatakan udara berlebihan di kavum peritoneum, bisa di dalam usus atau di luar usus. Untuk membedakan apakah udara di dalam atau di luar usus, perlu dilakukan foto polos abdomen, dengan posisi 1). Telentang; untuk mencari distribusi udara dan herringbone, 2). LLD dan atau setengah duduk (450); untuk mencari free air dan air fluid level. (lebih…)