Sifilis merupakan salah satu penyakit  infeksi menahun dengan remisi dan eksaserbasi, dapat mengenai semua alat tubuh, memiliki masa laten dan dapat ditularkan dari ibu ke janin. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Treponema pallidum, terdiri dari tiga stadium yaitu: stadium I (terbatas pada glands penis, korpus penis, labia mayora, labia minora, klitoris dan perineum); stadium II (mengenai genitalia eksternal, sekitar anus, ketiak, sudut mulut dan bawah mammae); stadium III (guma dapat timbul diseluruh kulit). Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka di kulit yang bernanah atau membengkak dengan selaput lendir atau dengan cairan tubuh seperti air mani, darah, dan cairan vagina selama melakukan senggama. Sedangkan, untuk penularan melalui oral seks dapat terjadi jika pada mulut orang yang berkontak dengan genitalia terdapat sobekan luka sehingga bakteri dapat masuk ke dalamnya. Sifilis mempunyai masa tunas yang berkisar 3 minggu.

Stage of syphilis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan penderita mengeluh timbul lesi dengan dasar bersih, tidak nyeri pada kelamin. Pada pemeriksaan fisik akan tampak ulkus durum (ukuran kecil, tidak nyeri, dasar bersih, tepi tidak mengaung dan ada indurasi), kondilomalata (papula atau plak yang ditutupi krusta berwarna coklat dan basah) dan Guma (nodula atau ulkus yang dalam, bentuk serpinginosa, mengeluarkan secret seropurulen dan jaringan nekrosis). Dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan sediaan langsung dengan menggunakan mikroskop lapangan gelap untuk mencari kuman Treponema pallidum.

klinis sifilis

Klisis sifilis

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan penyakit sifilis tergantung dengan stadium. Penisilin prokain untuk stadium I 600.000 IU/hari sebanyak 10 kali injeksi. Stadium II 900.000 IU/hari sebanyak 15 kali injeksi dan stadium III + neurosifilis dan sifilis kardiovaskular 100.000 IU/hari sebanyak 12 kali injeksi.