Pendahuluan

Pioderma merupakan infeksi purulen pada kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus dan Streptococcus atau oleh keduanya. Dimana Staphylococcus aureus dan Streptococcus B hemolyticus merupakan penyebab utama.

Pioderma memiliki banyak bentuk, diantaranya impetigo, folikulitis, furunkel, eritrasma, erysipelas, selulitis, abses dll. Namun dalam kepustakaan ini hanya akan dibahas tentang impetigo, karena impetigo merupakan bentuk pioderma yang paling sering dijumpai disamping folikulitis.

Untuk menegakkan diagnosis pioderma disamping temuan klinik juga perlu dilakukan sediaan apus, biakan dan tes resistensi kuman.

Secara umum, penyakit pioderma merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, oleh karena itu ditatalaksana dengan menggunakan antibiotik. Antibiotik yang diberikan pada pioderma bisa berupa antibiotik topikal dan atau sistemik, tergantung dari berat ringannya penyakit.

Treatment for Impetigo

Treatment for Impetigo

Definisi

Impetigo merupakan pioderma superfisialis terbatas pada epidermis yang disebabkan oleh staphylococcus aureus atau group A bĂȘte hemolytic Streptococcus (GABHS).

Klasifikasi

Impetigo memiliki dua bentuk, yaitu impetigo krustosa dan impetigo bulosa. Impetigo krustosa umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan jarang disebabkan oleh group A streptococcus tapi untuk negara berkembang, impetigo krustosa umumnya disebabkan oleh Streptococcus, sedangkan Impetigo bulosa disebabkan oleh Staphylococcus aureus.(Craft N et al, 1695)

Klinis

Pada impetigo krustosa khas ditemukan adanya krustosa berwarna kuning, lembut tetapi tebal dan disebut honey colored. Kulit di sekitar dan di bawah krusta berwarna kemerahan dan basah, biasanya disertai lesi satelit. Walaupun tidak jarang terlihat, lesi paling dini ditandai vesikel dengan halo eritematus.

Pada impetigo bolusa, ditandai vesikel dini membesar menjadi bula yang mengempes dan tidak ada terlihat eritem periferal. Blister yang pecah membentuk krusta tipis berwarna coklat seperti lacquer. Lesi impetigo bulosa agak berbatas tegas dan kebanyakan kulit terlihat normal. Perjalanan penyakit berjalan cepat mengalami deskuamasi, kulit berwarna merah terang dan keluhan sistemik jarang ditemukan.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan pada impetigo krustosa terdiri dari pengobatan topical dan pengobatan secara sistemik. Pengobatan topical dengan air suling agar sisa jaringan yang sudah nekrosis mudah dilepaskan, sedangkan secara sistemik diberikan penisilin 4×250 mg (12,5 mg/kgbb/hari, 5-7 hari) untuk infeksi Streptococcus atau eritromisin 4×250 mg, selama 7-10 hari untuk infeksi campuran dengan Staphylococcus.

Pada impetigo bulosa, hanya diberikan pengobatan sistemik saja sedangkan pengobatan topical tidak diperlukan. Pengobatan sistemik yang diberikan adalah eritromisin atau cloxacillin 4×25 mg, selama 10 hari.

About these ads